KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari, melalui Unit Pengembangan Talenta, secara resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi tahun 2026 pada Kamis, 10 April 2026. Program komprehensif ini akan melibatkan sekitar 500 mahasiswa dari berbagai fakultas yang tersebar ke 25 lokasi pengabdian di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program dilaksanakan di Aula Utama Kampus UMW Kendari dan dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan dari pemerintah daerah dan mitra komunitas lokal. Kehadiran beragam stakeholder ini mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami bangga mempersembahkan program KKN Terintegrasi 2026 yang dirancang dengan matang untuk memberikan dampak maksimal,” ujar Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam sambutan pembukaan. Program yang akan berlangsung selama delapan minggu, dari Mei hingga Juni 2026, ini menandai komitmen UMW dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Latar Belakang dan Visi Program
Sejak didirikan pada tahun 1982, Universitas Mandila Waluya telah memposisikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengajaran teori, tetapi juga aplikasi praktis ilmu pengetahuan. Unit Pengembangan Talenta, yang berdiri pada tahun 2015, menjadi jantung dari semua inisiatif pengembangan keterampilan dan pengabdian masyarakat.
“KKN bukan sekadar syarat akademik bagi mahasiswa. Ini adalah momentum bagi mereka untuk memahami realitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia yang heterogen,” ungkap Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., Kepala Unit Pengembangan Talenta UMW Kendari, saat memberikan penjelasan detail tentang program kepada media massa.
Program KKN Terintegrasi tahun ini dirancang dengan pendekatan holistik yang menggabungkan tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini berbeda dengan program-program sebelumnya yang lebih berfokus pada aspek sosial umum tanpa penetapan target outcome yang jelas.
Direktur Pengabdian Masyarakat UMW, Drs. Hendra Wijaya, M.Pd., menjelaskan bahwa setiap lokasi pengabdian telah melalui riset pendahuluan yang mendalam. “Kami melakukan survei kebutuhan selama tiga bulan sebelumnya di setiap desa atau kelurahan mitra. Dengan pendekatan ini, mahasiswa akan bekerja sesuai prioritas kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya program seremonial yang tidak berkelanjutan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Rincian Program dan Mekanisme Pelaksanaan
Dari 500 mahasiswa peserta KKN, mereka akan dikelompokkan menjadi 80 kelompok, dengan rata-rata enam hingga tujuh orang per kelompok. Setiap kelompok akan ditempatkan di lokasi pengabdian yang telah ditentukan dengan melibatkan mahasiswa dalam proses penentuan lokasi sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
Berbeda dengan model KKN tradisional, program 2026 ini menerapkan sistem “KKN Plus” yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penciptaan inovasi sosial berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya akan melaksanakan kegiatan sosial, tetapi juga didorong untuk menciptakan proyek-proyek yang dapat terus berjalan setelah mereka selesai.
“Misalnya, kelompok yang ditempatkan di Desa Abeli akan tidak hanya mengajar anak-anak, tetapi juga membantu masyarakat membangun perpustakaan digital berbasis teknologi lokal. Program ini dirancang untuk meninggalkan warisan positif,” jelas Prof. Nurhaliza dalam dokumentasi rencana program.
Sebanyak 25 lokasi pengabdian tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara, mencakup daerah perkotaan Kendari, daerah periurban, hingga wilayah terpencil. Penentuan lokasi ini bertujuan memberikan pengalaman beragam kepada mahasiswa dan menjangkau masyarakat di seluruh tingkat ekonomi sosial.
Setiap kelompok KKN akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan melakukan kunjungan berkala dan memberikan arahan teknis. UMW juga menyediakan dana operasional Rp15 juta per kelompok untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan, meningkat 25 persen dari tahun sebelumnya.
“Peningkatan anggaran ini adalah refleksi dari komitmen universitas bahwa pengabdian masyarakat bukan aktivitas dadakan, tetapi investasi jangka panjang,” ungkap Drs. Bambang Harahap, M.B.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMW.
Fokus Substansi Program
Pilar Pertama: Pendidikan dan Literasi
Enam belas kelompok akan fokus pada pendidikan dan pengembangan literasi di tingkat pendidikan dasar. Mereka akan mengajar mata pelajaran umum, namun dengan pendekatan inovatif menggunakan teknologi dan metode pembelajaran yang menyenangkan.
“Kami mempersiapkan modul pembelajaran bersertifikat yang telah dikembangkan oleh dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Mahasiswa KKN akan menjadi perpanjangan tangan guru-guru lokal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelas Dr. Fauziah Rahman, Dekan FKIP UMW, dalam wawancara khusus.
Pilar Kedua: Kesehatan dan Kesejahteraan
Delapan kelompok akan bekerja di bidang kesehatan masyarakat, termasuk program vaksinasi kesadaran, pelatihan pertolongan pertama, dan promosi gaya hidup sehat. Mereka akan bekerja sama dengan Puskesmas lokal dan Kader Kesehatan masyarakat.
Dr. dr. Muhammad Asrul, M.P.H., Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat UMW, menekankan pentingnya program ini: “Mahasiswa kami akan belajar bagaimana ilmu kesehatan yang mereka pelajari di kampus dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ini adalah pembelajaran experiential yang tak ternilai harganya.”
Pilar Ketiga: Pemberdayaan Ekonomi
Delapan kelompok lainnya akan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, mulai dari pelatihan keterampilan, pengembangan usaha kecil mikro (UMKM), hingga pendampingan teknologi digital untuk perdagangan.
Kelompok yang ditempatkan di beberapa desa akan membantu petani lokal mengakses pasar digital, sementara kelompok lain akan melatih ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan usaha kerajinan tangan yang dapat dipasarkan secara luas.
“Program ini sejalan dengan tujuan pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja lokal. Mahasiswa kami menjadi fasilitator pembangunan ekonomi yang inklusif,” ungkap Drs. Rizki Pratama, M.Sc., Kepala Program Studi Manajemen UMW.
Dukungan Stakeholder dan Kesiapan Logistik
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Drs. Syaiful Bahri, M.Pd., mengapresiasi inisiatif UMW ini. “Program KKN Terintegrasi ini sejalan dengan visi provinsi dalam pembangunan berkelanjutan. Kami siap memberikan dukungan penuh, baik dalam hal koordinasi dengan pemerintah daerah tingkat II maupun fasilitasi lapangan,” ujarnya dalam sambutan resmi.
Kesiapan logistik juga menjadi fokus utama persiapan. Unit Pengembangan Talenta telah mempersiapkan:
– Panduan lengkap KKN (handbook) yang komprehensif dan mudah dipahami
– Platform digital untuk monitoring dan pelaporan kegiatan secara real-time
– Pelatihan pralapangan selama satu minggu penuh di kampus (17-24 April 2026)
– Asuransi kesehatan dan keselamatan kerja untuk seluruh peserta
– Sistem komunikasi darurat 24 jam untuk menangani situasi yang tidak terduga di lapangan
“Kami tidak hanya mempersiapkan mahasiswa secara akademik, tetapi juga secara mental dan psikologis untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan. Pelatihan pralapangan kami mencakup cultural sensitivity, problem-solving, dan emotional resilience,” kata Hendra Wijaya, Direktur Pengabdian Masyarakat.
Harapan dan Dampak yang Diproyeksikan
Ketika ditanya tentang target dampak program, Prof. Dr. Siti Nurhaliza memaparkan proyeksi yang ambisius namun terukur. “Kami menargetkan bahwa setiap kelompok KKN akan memiliki dampak konkret yang terukur. Misalnya, kelompok pendidikan menargetkan peningkatan nilai ujian siswa minimal 15 persen. Kelompok kesehatan menargetkan peningkatan kepesertaan program imunisasi. Kelompok ekonomi menargetkan pemberdayaan minimal 50 UMKM lokal.”
Target-target ini akan dipantau secara berkelanjutan melalui sistem monitoring berbasis teknologi cloud yang telah dikembangkan oleh Laboratorium Sistem Informasi Universitas.
Bagi mahasiswa sendiri, program ini diharapkan dapat meningkatkan competency dalam hal soft skills, leadership, problem-solving, dan cultural intelligence. “Mahasiswa yang pulang dari KKN bukan hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi telah berkembang menjadi individu yang lebih matang dan memiliki sense of responsibility terhadap masyarakat,” ungkap Wakil Rektor Bambang Harahap.
Testimoni Peserta KKN
Beberapa mahasiswa yang telah dipilih sebagai peserta KKN mengungkapkan antusiasme mereka. Siti Nurhalida, mahasiswa Semester VI dari Prodi Pendidikan Matematika, mengatakan: “Saya sangat excited untuk terlibat dalam program ini. Selama ini saya belajar mengajar hanya di kampus, dan kali ini saya akan mengajar langsung kepada siswa-siswa yang membutuhkan. Saya yakin pengalaman ini akan membentuk saya menjadi guru yang lebih baik dan bermakna.”
Sementara itu, Ardy Gunawan, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Semester VII, menyatakan komitmennya: “KKN ini kesempatan emas bagi saya untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat sambil mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari. Saya siap bekerja keras untuk membuat perbedaan di desa tempat saya ditempatkan nanti.”
Penutup
Program KKN Terintegrasi 2026 yang diluncurkan oleh Universitas Mandala Waluya menunjukkan komitmen institusi dalam mewujudkan pendidikan yang not only academically excellent tetapi juga socially responsible. Dengan melibatkan 500 mahasiswa di 25 lokasi pengabdian, dengan fokus terstruktur pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata di masyarakat.
Dukungan penuh dari pimpinan universitas, pemerintah daerah, dan mitra lokal menjadi modal kuat untuk kesuksesan program ini. “Kami optimis bahwa delapan minggu ini akan menjadi momen transformatif bagi mahasiswa kami dan masyarakat yang kami layani,” tutup Prof. Dr. Siti Nurhaliza dengan penuh keyakinan.
Program KKN Terintegrasi 2026 akan dimulai resmi pada 1 Mei 2026 dan berakhir pada 30 Juni 2026. Bagi masyarakat yang ingin terlibat atau membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Pengembangan Talenta UMW melalui telepon (0401) 3193-456 atau email: [email protected].
—
Berita ini ditulis berdasarkan informasi dari siaran pers resmi Universitas Mandala Waluya dan wawancara langsung dengan berbagai pihak terkait di acara peluncuran program KKN Terintegrasi 2026, Kendari, 10 April 2026.